Cara memakai sarung di foto ini sudah benar.
Namun untuk kerapian masih kurang benar. Terlihat tumpal (garis-garis
dalam sarung) masih di taruh di depan. Img:blogspot.com
Dulu saat kecil, memakai sarung merupakan hal yang
sulit dan membuat malu. Bagaimana tidak, enak-enak jalan terkadang
sarung melorot dengan sendirinya. Hal itu tentu akibat dari cara
pemakaian sarung yang salah. Oleh ibu saya saat itu disiasati dengan
menggunakan sabuk pinggang. Walah, pakai sarung kok pakai sabuk, seperti
mau sekolah saja. Gumam saya saat itu.
Beberapa tahun kemudian, saya bertemu dengan para
sepupu yang kebanyakan menuntut ilmu di pesantren Langitan, Tuban. Saat
itu saya mulai diajari cara bersarung yang baik dan benar serta yang
paling penting tidak mlorot. Dulu masih kecil mlorot itu lucu, tetapi
kalau besar sarung mlorot bukan lucu lagi.
Ya. Setelah diajari itu sarung tidak lagi mudah
mlorot dan rapi sekali alias tidak njerbobok (maaf tidak tahu Bahasa
Indonesianya njerbobok. Secara mudah njerbobok adalah….wadah sulit juga
menjelaskannya. Pokoknya kalau pakai sarung njerbobok itu tidak rapi).
Bahkan saat dipakai, sarung boleh diuji coba dengan ditarik beberapa
orang. Ternyata tetap tidak bisa mlorot.
Mulai saat itu saya muali bisa membedakan
orang-orang yang bersarung dengan baik dan benar serta mereka yang
sekadar pakai sarung. Mayoritas santri pesantren menggunakan sarung
dengan baik dan benar.
Cara pertama agar sarung terlihat bagus saat
dipakai adalah meletakkan tumpal (Setiap sarung biasanya ada tumpal,
yakni garis yang berbeda) di belakang. Untuk meletakkan tumpal di
belakang bukanlah hal yang sulit. Cukup luruskan jahitan potong yang ada
di sarung dengan pusar Anda, maka secara otomatis tumpal sarung itu
akan berada di belakang dan terlihat rapi.
Kedua adalah hal yang cukup penting agar sarung
tidak molorot. Tarik ke atas sarung Anda, lalu cepitlah dengan dagu
sambil memastikan jahitan itu juga lurus dengan dagu sedangkan kedua
tangan melebarkan kain sarung. Lalu kain sarung yang ada di tangan kanan
dilipat ke dalam baru kemudian ditutup kain sarung yang ada di tangan
kiri atau sebaliknya. Kemudian mulailah menggulung kain sarung bagian
depan dari atas ke bawah dan jangan lupa yang bagian belakang pula.
Untuk mengecek kebenaran dan kekuatan cara
bersarung Anda, suruh tiga atau empat orang menarik dari bawah sarung.
Jika sarung tidak melorot saat ditarik, berarti cara bersarung Anda
sudah benar. Namun pastikan dulu Anda juga menggunakan celana panjang
atau pendek, biar kalau cara bersarung Anda ternyata masih salah alias
mlorot, tidak malu dihadapan teman-teman.
Ya, selamat mencoba. Semoga berhasil. Kalau belum
berhasil ulangilah beberapa kali, kalau juga masih belum bisa, Anda
boleh datang ke gubuk saya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar